Rumah Boscha Pangalengan

rumah boscha pangalengan

Rumah Boscha Pangalengan adalah rumah bersejarah yang terletak di Desa Banjarsari, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Rumah ini dibangun pada tahun 1898 oleh Karel Albert Rudolf Bosscha, seorang warga negara Belanda yang merupakan pemilik perkebunan teh Malabar. Rumah ini merupakan salah satu contoh arsitektur bergaya neo-gotik yang masih dapat ditemukan di Indonesia.

Rumah Boscha memiliki luas sekitar 2.000 meter persegi dan terdiri dari tiga lantai. Lantai pertama merupakan ruang tamu, ruang keluarga, dan dapur. Lantai kedua merupakan kamar tidur dan kamar mandi. Lantai ketiga merupakan ruang kerja dan perpustakaan. Rumah ini juga dilengkapi dengan taman yang luas dan indah.

Rumah boscha Banyak Dikunjungi Turis Asing Juga

Rumah Boscha pernah menjadi tempat tinggal keluarga Bosscha selama lebih dari 30 tahun. Setelah Karel Albert Rudolf Bosscha meninggal dunia pada tahun 1928, rumah ini diwariskan kepada putranya, Willem Karel Albert Bosscha. Willem Karel Albert Bosscha kemudian menjual rumah ini kepada pemerintah Indonesia pada tahun 1956.

Pemerintah Indonesia kemudian menjadikan Rumah Boscha sebagai salah satu objek wisata sejarah di Kabupaten Bandung. Rumah ini dapat dikunjungi oleh wisatawan setiap hari mulai dari pukul 08.00 hingga 17.00 WIB. Biaya masuk ke Rumah Boscha adalah Rp. 5.000 per orang dewasa dan Rp. 2.500 per anak-anak.

Lihat juga : Wayang Windu, Wisata Alam Hamparan Kebun Teh Pangalengan

Selamat Datang di Rumah Bosscha pangalengan

Objek Wisata Sejarah dan Peninggalan Boscha

Rumah Boscha merupakan salah satu obyek wisata sejarah yang menarik untuk dikunjungi. Rumah ini memiliki arsitektur yang indah dan merupakan salah satu saksi sejarah perkembangan perkebunan teh di Indonesia. Rumah ini memiliki nilai sejarah yang tinggi dan menawarkan suasana yang nyaman dan sejuk.

Berikut adalah beberapa hal yang dapat kamu lakukan saat mengunjungi Rumah Boscha:

  • Jelajahi rumah dan pelajari tentang sejarah keluarga Bosscha.
  • Nikmati pemandangan indah dari taman yang luas.
  • Beli teh Malabar yang diproduksi di perkebunan teh Malabar.
  • Bersantai dan nikmati suasana yang tenang dan sejuk di Rumah Boscha.
Perabot di Rumah-Bosscha yang Masih Terawat
Karel Albert Rudolf Bosscha

Rumah Bosscha di Pangalengan, berada di kawasan Argowisata Unit Malabar PT Perkebunan Nusantara VIII, Bandung Selatan. Sebagai rumah dari saudagar teh, pekarangan yang dimiliki rumah ini sangat luas. Berada di ketinggian 1550 mdpl, hawa di sekitar rumah meneer, sejuk sekali.

Bangunan yang ditinggali Bosscha selama di Indonesia, kental dengan gaya arsitektur Belanda.
Langit-langit di rumah bersejarah ini cukup rendah, sehingga di tengah udara dingin, suhu ruangan tetap hangat. Hampir seluruh isi furniture yang ada di sini merupakan asli peninggalan Meneer Bosscha dari abad 18-19. Semua masih terawat dengan baik, termasuk piano tua yang ada di dalamnya.

Di sini, terdapat makam Sang Pemilik Perkebunan; Bosscha. Sesuai permintaan terakhirnya, Bosscha dimakamkan di perkebunan teh. Rumah abadinya berada di tengah hutan kecil di perkebunan teh; berbentuk kubah dengan tiang penyangga.

Lihat juga : 10 Tempat Wisata di Pangalengan

peninggalan rumah boscha pangalengan
Makam Bosscha

Lokasi Rumah Boscha Pangalengan

Rumah Bosscha di Pangalengan ini harus ditempuh perjalanan sekitar 53 Km dari pusat Kota Bandung. Perjalanan menggunakan kendaraan akan menghabiskan waktu sekitar 2 jam 6 menit. Kemudian, dari arah Terminal Pangalengan ke Perkebunan Teh Malabar, jaraknya kurang lebih 7 sampai 8 Km dengan waktu tempuh sekitar 22 menit.

Artikel terkait

Call Us
Whatsapp

Pengen tau Budget liburan ke Bandung?

Atur Budget-mu sendiri, pilih liburan sesuai keinginanmu!